Assalammualaikum Greeneed :D
Oke langsung saja. Eeem aku pengen cerita tentang pengalaman
PDTku di tahun 2012 kemaren. Nah , jadi gini. Aku langsung saja kebagian
tengah-tengah ya. Setelah aku dan Lisfy selesai menonton dan mengikuti lomba
fkr, kami terus tertawa karena mengingat kejadian bapak-bapak tadi
*sendawa di
depan kami*. Karena di sepanjang perjalanan menuju pos peristirahatan kami
tertawa terus, kami merasa lapar. “Lis, nanti kalo kita udah sampe pos makan
yo. Kan tadi kita belom makan.” “Ho.o yo, aku yo laper banget ki!”.
***
Setelah sampai di pos. Dan taraaaa jengjengjengjeeeng, semua
udah pada tepar tergelatak di mana-mana. Hanya tinggal kami berdua dan beberapa
anak Alibasyah “Masya’ Allah Lis, pie kita mau makan? Gak ada tempat jeh.” “Hahaha,
yoweslah gak usah makan, aku wes ngantuk banget je rul.” “Yoweslah Lis. Eh kita
tidur nangdi Lis? Tempate wes penuh.” *kita pun berpikir sejenak* “Lis, nak
neng tendo ae pie? Kan selo to?” *karena pada saat itu cuaca hujan jadi kami
tidak tidur di tenda*. “Ha? Koe wani rul?” “Ngopo mesti ra wani Lis? “
***
Kami putuskan untuk lihat ke tenda. Dan ternyata tenda milik
kami sudah basah tergenag ng air. Apa mau dikata. Kamu pun balik ke tempat
tadi. Kami berusaha mencari tempat yang selo untuk kita tempati guna tidur. Dan
*kruuuyukkruuuyuk* perutku berbunyi. Itu menandakan penghuni perutku sudah
minta dikasih makan. Aku berusaha untuk mencari makanan ringan yang ada di
sekitarku. Dan alhasil aku mendapatkan beberapa makanan ringan.
***
“Rul? Kamu ngapain? Kok malem2 gini blum tidur?” *Grandis
terbangun dari tidurnya, mungkin dia terganggu akan suara kunyahan makanan yang
aku makan* “Hehhehe, aku laper ndis.” “Aku sak jane yo laper.” “Yowes ayo sini
bareng aku.” Dan aku pun akhirnya mempunyai teman untuk makan malam pada malam
itu. Itu pun dalam keadaan lampu yang remang2. *kurang so sweet apa coba xD*.
Tiba-tiba perutku tak bisa diajak kompromi. Aku pun mengajak Grandis untuk
pergi ke wc. Bukannya aku cemen, tapi wc itu berada di rumah warga yang di
mana, gelap banget itu wc. Aku dan Grandis pun dengan keberanian kita menuju ke
tempat itu. “Eh, mau ke mana kalian?” *sang penjaga gerbang menanyai kita* “Kita
mau ke wc pak. Mau ikut po?” “wee, yaudah sana tapi jangan lama-lama.” “Ya pak.”
***
“Ya ampun! Kita sia-sia Ndis!” “Kenapa Rul?” “Wc nya gak
bisa dipake, lagi rusak.” Dan semakin menjadi-jadilah perutku ini. Kami putuskan
untuk menumpang di wc milik warga yang pastinya lebih jaun dari tempat
istirahat kami. Dan untungnya di sana ada dua wc yang letaknya berdampingan. “Bentar
ya Ndis, aku masuk duluan. Kamu berarti nunggu aku sendirian di luar no?” “Gak!
Aku juga jadi kebelet ni” *walawala*. Ya , kami pun di wc itu berdampingan. *so
sweet gak tu*
***
Kurang lebih 1 jam kita di dalam wc. Karena apa? Karena,
susah banget rasanya buat ngularin itu *taukan maksudku* “Rul? Udah belum?” “Belum
Ndis, ini susah banget buat dikeluarin.” *haahaha* kita tertawa bersama, dengan
rasa yang sakit ini. Setelah satu jam setengah kita di dalem, akhirnya kita
keluar dengan keadaan yang plonnng. “Aaah, akhirnya udah kelar juga.” “hahaha,
dasar kamu tu Rul. Masak kita di wc lama banget.” “La pie meneh ndis :p.”
Dan pada malam itu kita berjanji tidak akan melupakan
kejadian yang tak terlupakan itu. Saat itu tepat pada waktu malam minggu xD
*LOL*
ni muka grandis :







0 komentar:
Posting Komentar